Yen, Obligasi dan Keuntungan Emas Setelah Korea Utara Menguji “Bom Hidrogen”

Pasar Asia
Pasar Asia

Yen Jepang, Emas dan obligasi pemerintah menguat pada hari Senin karena uji coba nuklir Korea Utara yang terakhir sehingga membuat investor secara spontan mencari tempat yang lebih aman, meskipun kerugian ekuitas rendah di tengah harapan bahwa perang akan segera berlalu.

Dolar jelas turun sejauh 109,22 JPY=yen pada pembukaan, dari keseluruhan Yen pada jumat malam, namun tidak ada penjualan lanjutan dan terakhir di 109,84.

Jepang adalah negara kreditur dan pedagang terbesar di dunia. Investor Jepang cenderung akan memulangkan dananya pada saat krisis, sehingga mendorong Yen. Namun, banyak yang bertanya-tanya, apakah aset Jepang benar-benar akan tetap ada jika terjadi perang di Asia.

Nikkei Jepang. N225 tidak mengambil berita dengan baik, kehilangan 0,9 persen indeks MSCI terbesar di Asia Pasifik yang berada di luar Jepang.

“Seperti film horor yang buruk, saga Korea Utara mengganggu saat-saat tenang, dengan sesekali membuat Anda tersentak dari kursi Anda,” kata kepala riset ING di Asia, Rob Carnell.
“Tapi kita sudah sering ke sini sekarang,” tambahnya. “Kecuali ini adalah awal tindakan dari militer Amerika, yang kita ragukan dalam satu atau dua hari ini, ketegangan akan menjadi tenang, sehingga menjadi peluang membeli yang cukup kuat bagi investor.”

Korea Utara pada hari Minggu melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat, yang dikatakan sebagai sebuah bom hidrogen lanjutan untuk rudal jarak jauh, yang mendorong ancaman respons militer “masif” dari Amerika Serikat jika atau sekutunya diancam.

Berbicara di luar Gedung Putih setelah bertemu dengan Presiden Donald Trump dan tim keamanan nasionalnya, Sekretaris pertahanan Amerika, Jim Mattis mengatakan bahwa Trump meminta diberitahukan tentang semua pilihan militer yang ada.

Futures pada Treasury dalam 10 tahun naik 5 ticks, sementara hasil pada obligasi pemerintah Jepang selama 10-tahun menguat ke level terendahnya sejak November lalu.

e-mini futures untuk S&P 500 Esc1 turun 0,3 persen, meskipun pasar Amerika akan ditutup pada hari Senin karena liburan hari buruh.

Menurut Analis Java, USDJPY diperdagangkan turun tajam tadi pagi karena yen menjadi safe haven ditengah kekhawatiran uji coba senjata nuklir Korea Utara pada hari Minggu. Dollar yen turun kelevel 109.50 karena investor beralih ke aset aman resiko ditengah kembali memanasnya geopolitik di semenanjung Korea

USDJPY dibuka pada level 109.488 atau gap down dibawah level penutupan hari Jumat lalu 110.242. Secara teknikal pergerakan USDJPY harian masih dalam pergerakan bearish. Pada grafik D1, candle harga tampak tertahan dibawah garis MA12 yang juga area S1 dilevel 109.72.

Range pergerakan hari ini Support berikutnya dilevel 109.20 dan yang menjadi resistannya adalah Pivot point dilevel 110.07.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Sandra