Aussie Turun, GDP Q2 Tidak Sesuai Harapan

Aussie
Aussie

Dolar Aussie turun di sesi Asia pada hari Selasa karena angka PDB untuk kuartal kedua turun sedikit di bawah ekspektasi. Dan dolar melemah terhadap Yen pada hari Rabu meskipun data upah Tokyo mengecewakan, dan juga investor masih memperhatikan tanda-tanda dari pihak Korea Utara yang menguji ICBM pada tanggal 9 September, yang mengundang respon untuk menggunakan teknologi anti-rudal.

Di Australia, PDB untuk kuartal kedua mengalami kenaikan sebesar 0,8%, di bawah kenaikan 0,9% dan kenaikan 1,8% lebih cepat pada kuartal tahunan, di bawah kenaikan 1,9% yang diharapkan.

Sebelumnya, Jepang melaporkan pendapatan kas rata-rata turun 0,3%, dibandingkan dengan kenaikan 0,5% yang diperkirakan untuk bulan Agustus.

Indeks dolar Amerika mengukur kekuatannya terhadap enam mata uang utama dalam perdagangan naik 0,03% menjadi 92,31.

Semalam, posisi dolar pada hari selasa mengalami tekanan, karena meningkatnya ketegangan antara Amerika dan Korea Utara membuat permintaan untuk mata uang safe haven stabil. Sementara pejabat tinggi Federal Reserve mendesak agar tingkat suku bunga terus meningkat sampai laju inflasi membaik.

Dolar tidak banyak bergerak pada awal minggu perdagangan Amerika, karena libur nasional hari Buruh pada Senin kemarin. Hal ini juga dikarenakan investor mengalihkan aset berisikonya setelah uji coba bom hidrogen Korea yang dilakukan akhir pekan lalu.

Pada hari Senin Amerika memperingatkan Korea Utara “mengemis untuk perang” dan meminta PBB untuk menanggapi uji Pyongyang tentang bom nuklir terbesar dan paling kuat dengan memberikan sanksi yang lebih keras untuk mencegah rezim tersebut melakukan uji coba nuklir lebih lanjut.

Meningkatnya ketidakpastian geopolitik memicu permintaan mata uang safe haven seperti Yen dan swiss franc meningkat, sehingga hal ini membuat dolar melemah.
Investor mengalihkan fokusnya pada kebijakan moneter di kemudian hari, setelah Gubernur Fed Lael Brainard mendesak bank sentral Amerika untuk menunda kenaikan suku bunga supaya laju inflasi tetap terjaga.

Komentar Brainard datang beberapa jam sebelum pidato oleh Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Presiden Neel Kashkari dan Presiden Bank Sentral Dallas Robert Kaplan.
Euro dan sterling mendapat keuntungan dari kemerosotan dolar, posisi terakhir melonjak di atas $ 1,30 untuk pertama kalinya dalam tiga minggu.

Kenaikan euro terjadi menjelang keputusan suku bunga bank Sentral Eropa pada hari Kamis.
Menurut analisa Pergerakan AUDUSD secara teknikal hari ini diprediksi masih bertahan dalam area level tertinggi. Harga dapat bergerak naik menuju ke level tertinggi kemarin 0.8027 hingga R1 dilevel 0.8034.

Tetapi, jika dilihat pada grafik D1, candle harga berada cukup jauh diatas garis Moving Average (MA12) yang juga area Support, sehingga bisa terjadi koreksi turun terbatas untuk mendekati level 0.7950.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Sandra