NZD Turun, Yen Menguat Menjelang PDB

Yen memegang keuntungan
Yen Memegang Keuntungan Meski Memiliki Upah Lemah

Mata uang NZD turun, Yen menguat menjelang PDB di kuartal kedua, setelah laporan penjualan ritel lebih baik dari perkiraan pada kuartal itu. Sekalipun ketegangan di semananjung Korea terus belanjut, namun Yen untuk sementara menguat seiring dengan laporan PDB kuartal kedua.
New Zealand melaporkan penjualan ritel melonjak 2,0% di setiap kuartal kedua , jauh melebihi kenaikan 0,7% yang terlibat. Di Jepang PDB kuartal kedua diperkirakan akan meningkat 2,5% sementara sepanjang tahun ini pada kecepatan 0,6% di setiap kuartal nya.

NZD/USD diperdagngkan di 0.7319 turun 0,01 % sementara USD/JPY berubah di 109,16. Turun sebanyak 0,03% , sementara AUD/USD diperdagangkan 0,7888 turun 0,06%.
Index Dolar Amerika, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah enam mata uang utama, terakhir kali turun 0,33% oada 92,99 akhir jumat. untuk minggu ini indeks turun 0,49%.

Kemudian di China , investasi fixed-asset disebabkan oleh kenaikan 8,6% yang terlihat pada bulan Juli di tahun bersamaan dengan produksi industry, diperkirakan naik 7,2% dan penjualan ritel naik 10,8%.
Minggu lalu, Dolar turun terhadap sejumlah mata uang utama data inflasi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan membuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga ketiga oleh Federal Reserve tahun ini.

Laporan Dapartemen tenaga Kerja menunjukkan bahwa harga konsumen A.S. naik tipis 0,1% di bulan Juli dari bulan sebelumnya di bawah perkiraan para ekonom terdapat kenaikan 0,2%. Sedangkan harga konsumen di bulan Juni naik 1,7% dari tahun ke tahun dari 1,6%.
Data tersebut merupakan rangkaian pembacaan inflasi yang lemah yang terakhir yang membuat investor khawatir akan membuat The Fed lebih berhati-hati dalam merencanakan kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Pedagang berjangka memperkirakan ada nya kemungkinan harga akan naik sekitar 35% akibat rencana the Fed untuk kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap rendah cenderung membebani dolar dengan membuat asset Amerika kurang menarik bagi investor yang mencari keuntungan.
Euro bergerak menguat terhadap dolar setelah Morgan Stanley memperkirakan menaikan untuk mata uang Euro, dengan diprediksi akan mencapai level 1,25 melawan dolar diawal tahun depan.

Yen dan Franc Swiss membukukan kenaikan besar terhadap dolar untuk minggu ini, naik 1,47% dan 1,14% masing-masing karena ,meningkatnya ketegangan antara Amerika dan korea utara memicu pelarian ke tempat yang aman. Mata uang ini sering dicari pada saat ketegangan geopolitik atau gejolak pasar karena kedua negara memiliki surplus neraca transaksi berjalan yang besar.

Dalam ninggu depan, rapat baru Fed akan menjadi focus karena investor mencari petunjuk lebihlanut mengenai waktu kenaikan suku bunga Amerika. berikutnya. Laporan penjualan ritel Amerika juga akan diawasi ketat. Di tempat lain, data inflasi dan lapangan kerja Inggris akan menjadi sorotan di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai dampak ekonomi dari Brexit.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Indah Sari