Telstra Australia Menjatuhkan Kesepakatan Monetisasi Broadband, Aussie Naik

Aussie Melemah di Sesi Asia Menjelang Rilis Data Regional

Saham perusahaan telekomunikasi terbesar di Australia Telstra Corp Ltd, turun 8 persen pada hari Rabu setelah merevisi rencana untuk menaikkan A $ 5,5 miliar ($4,4 miliar) dengan menjual pendapatan yang diterima dari jarinagn broadband milik pemerintah.

Jaringan Broadbank Nasional membayar Telstra sekitar A $ 1 miliar per tahun untuk menyewa saluran dan infrastruktur lainnya dan telco tersebut mengatakan dua minggu yang lalu bahwa mereka mempertimbangkan untuk menjual sekitar 40 persen dari pendapatan tersebut kepada investor.

Ini berarti akan terus menerima pendapatan namun membatalkan rencana untuk menjualnya, saat perusahaan pemerintah yang menjalankan jaringan tersebut, nbnco, menolak untuk menyetujui gagasan tersebut karena khawatir hal itu mungkin dirugikan secara finansial.
Saham Telstra turun sebanyak 8 persen dan pulih sedikit turun diangka 6 persen pada A $3,58, level terakhir terendah sejak 2012, menjelang akhir pagi ini.

Saham tersebut juga diperdagangkan pada ex-dividend hari Selasa, menambah tekanan ke bawah sehingga mengalami penurunan. Penurunan harga saham 23 sen itu dibandingkan dengan dividen perusahaan terbesar 16 sen per saham.

Jaringan Broadband Nasional akan menggantikan jalur tembaga Telstra sekitar 2020.
“Transaksi yang diusulkan menyoroti nilai penting infrastruktur telekomunikasi inti Telstra yang diwakili oleh potensi peluang monetisasi,”kata Telstra dalam pernyataan tersebut.
Awal bulan ini, Telstra mengatakan akan memotong dividennya sebesar 30 persen di tahun fiskal 2018, sebagian karena dampak negatif dari National Broadband Network.

Dari berjangka terlihat dolar Australia bergerak naik setelah rilis data ekonomi domestik yang positif. Data building approvals Australia bulan lalu turun ke 1,7 persen dibandingkan perkiraan pada level 5,4 persen. Sedangkan data Construction work done kuartal kedua naik tajam sebesar 9,3 persen dari sebelumnya 0,9 persen dan diatas perkiraan 0,9 persen. Dari rilis data kedua tersebut memberikan dukungan untuk dolar Australia mengalami penguatan, setelah perdagangan kemarin AUDUSD berfluktuatif naik pada sesi Asia dan Eropa.

Menurut Analis Java, AUDUSD pada Rabu pagi ini kembali bergerak naik setelah rilis data ekonomi domestik yang positif. Data building approvals Australia bulan lalu dilaporkan turun hanya 1.7% dibanding perkiraan turun 5,4%. Sementara itu data Construction work done kuartal kedua naik tajam sebanyak 9,3% dari sebelumnya 0.9% dan diatas perkiraan 0,9% juga. Rilis kedua data tersebut lebih baik dari yang diperkirakan dan memberikan dukungan untuk penguatan mata uang dollar Australia (AUD).

Secara teknikal AUDUSD terlihat kembali pada jalur bullishnya karena kemarin koreksi terbatas dan pagi ini bergerak naik lagi.

Pada grafik D1, candle harga diprediksi naik ke R1 dilevel 0.7984 yang juga level tertinggi kemarin. Indikator RSI harian terlihat bergerak naik mendukung pergerakan bullish harian.
Jika naik melewati R1 akan lanjut ke Resistan berikutnya dilevel 0.8022. Koreksi turun dapat ke Pivot point 0.79445.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Sandra