Aussie Naik Di Outlook Laporan Bank Sentral

Australian Market
Australian Market

Aussie menguat pada hari Selasa setelah sejumlah bank sentral melukiskan sebuah dugaan kuat dari perkiraan yang diharapkan dari pertumbuhan pada tahun yang akan datang, sebaliknya hari yang sama berita dari Korea Utara yang akan menembakkan rudalnya di atau dekat wilayah Amerika, Guam.

Reserve Bank of Australia mengulangi peringatannya mengenai meningkatnya hutang rumah tangga sebagai risiko makroekonomi, namun memperkirakan pertumbuhan ekonomi “di atas potensi” mungkin dilakukan di depan tanpa memberi sinyal perubahan pada tingkat suku bunga yang stabil. Yang di umumkan pada hari Selasa dalam pertemuan dewan rapat Agustus.

AUD/USD diperdagangkan di 7817, naik 0,23%  sementara USD/JPY berada di level 110,20, naik 0,50%.

Indeks dolar Amerika yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang uang utama perdagangan naik 0,05% menjadi 93,39.

Semalam, dolar tetap jauh lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya dalam perdagangan pada hari Senin kemarin, karena pasar terus mencerna data inflasi Amerika pada hari Jumat lalu dan karena ketegangan geopolitik antara Amerika dan Korea Utara nampaknya mereda.

Perdagangan diperkirakan akan tetap sepi tanpa laporan ekonomi utama Amerika yang akan dirilis sepanjang hari ini.

Greenback pulih dari kerugian yang terjadi pada hari Jumat setelah Departemen Perdagangan Amerika mengatakan bahwa harga konsumen naik dari perkiraan bulan lalu. Sebuah laporan terpisah dirilis sehari sebelumnya menunjukkan bahwa inflasi harga produsen dan intinya adalah terjadi penurunan secara tak terduga di bulan Juli.

Data yang lemah tersebut dipandang dapat menurunkan kemungkinan Federal Reserve akan mematuhi rencananya untuk menaikkan suku bunga ketiga tahun ini.

Permintaan Yen safe haven dan Swissie menurun setelah Menteri Pertahanan Amerika, Jim Mattis dan Sekretaris Negara Rex Tillerson keduanya menulis bahwa pemerintah Amerika akan terus mencari resolusi diplomatik dengan Pyongyang.

Dalam sebuah komentar yang dipublikasikan di Wall Street Journal pada hari Minggu, kedua pria tersebut mengatakan bahwa “Amerika tidak memiliki kepentingan dalam perubahan rezim atau percepatan reunifikasi Korea”

Presiden China Xi Jinping pada hari Sabtu menyerukan resolusi damai untuk masalah nuklir Korea Utara, dan mendesak semua pihak untuk menghindari kata-kata atau tindakan yang menimbulkan ketegangan.

Di Jepang, data pada hari Senin menunjukkan bahwa ekonomi negara tumbuh sebesar 1,0% pada kuartal kedua atau 4,0% dalam istilah tahunan, yang lebih tinggi dari ekspektasi 2,5%.

Mata uang tinggal berada di bawah tekanan setelah data sebelumnya menunjukkan bahwa produksi industri di zona euro turun 0,6% di bulan Juni, lebih tinggi dari perkiraan pada level 0,5%.

Menurut analisa AUDUSD pada time frame H4 terlihat bergerak turun, dimana candle terdorong turun dibawah garis MA12. Penurunan diprediksi menuju ke S1 dilevel 0.7823.
Indikator RSI H4 terlihat turun tajam.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Sandra