Ketua Fed Yellen : Bank Sentral Cenderung Melepas Stimulus Meskipun Inflasi Rendah

The Fed
The Fed

Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Rabu menekankan bahwa bank sentral mengamati dengan seksama data inflasi yang masih hangat, namun dia masih memperkirakan untuk mulai menyusut mengenai portfolio obligasi senilai $4,5 trilun pada ahir tahun ini.

Dalam sebuah sambutan yang dipersiapkan untuk pernyataan Yellen pada hari Rabu dan Kamis di Capitol Hill, dia mengatakan bahwa portfolio obligasi atau neraca pada akhirnya akan “lumayan dibawah” pada tingkat saat ini. Pada bulan lalu, pejabat bank sentral mengumumkan rencana mereka untuk mengurangi cadangan secara perlahan dengan menghentikan terlebih dahulu reinvestasi.

Namun, Yellen mengatakan bahwa dia mengantisipasi neraca akan tetap lebih besar daripada sebelum krisis keuangan tahun 2008 lalu. Beberapa pejabat mengatakan Fed kemungkinanan akan mempertahankan portfolio yang akan melebihi $2 triliun.

The Fed mengumpulkan neraca karena berusaha merangsang ekonomi selama dan setelah krisis keuangan. Ekspansi ini sebagian besar dilakukan melalui pembelian Treasurys dan sekuritas berbasis mortgage.

Meskipun Yellen menegaskan bahwa tingkat suku bunga acuan federal masih menjadi alat kebijakan moneter utama, dia juga mengatakan bahwa para pejabat akan terbuka untuk menumbuhkan kembali neraca tersebut meskipun ekonomi cenderung menurun.

Dia pun berkata, panitia akan siap untuk menggunakan berbagai alatnya, termasuk mengubah ukuran dan komposisi neraca, jika kondisi ekonomi di masa depan memerlukan kebijakan moneter yang lebih akomodatif daripada yang dapat dicapai walaupun hanya dengan mengurangi tingkat suku bunga federal funds.

Pejabat telah mengindikasikan bahwa Fed akan membiarkan jumlah obligasi yang dibatasi akan meluncur setiap bulan dan akan terus menginvestasikan kembali sisanya.
Yellen tidak memberikan indikasi jelas apakah Fed akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini. Salah satu faktor kuncinya adalah arah inflasi.

Pejabat bank sentral dan Gubernur Fed Lael Brainard memperdebatkan penyebab dan kemungkinan turunnya harga baru-baru ini, Brainard berpendapat bahwa inilah yang menjadi alasan untuk menunda kenaikan dimasa yang akan datang.

Dalam pernyataannya yang dipersiapkan, Yellen menyalahkan pembacaan inflasi yang lemah pada laporannya yakni pada “beberapa pengurangan yang tidak biasa dalam kategori harga tertentu”. Dia mengatakan bahwa dia memperkirakan pada tahun depan mereka akan lebih menghamburkan uang dibandingkan pada tahun ini. Namun dia menunjukkan bahwa bank sentral, akan terus memantau dengan cermat data tersebut. The Fed sebelumnya telah menyebutkan persaingan pada telepon seluler dan harga obat resep merupakan alasan sementara dalam penurunan inflasi.

Namun, di luar inflasi, penilaian ekonomi Yellen relatif tidak berubah. Pertumbuhan berlanjut dengan kecepatan moderat, pasar tenaga kerja meningkat dan belanja konsumen serta bisnis investasi yang meningkat. Namun dia juga menyoroti kebijakan fiskal dan tantangan ekonomi di luar negeri sebagai potensi ketidakpastian.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Sandra