Dollar mengatasi kekecewaannya berada di level terendah

Berita Forex
Berita Forex

Dolar mengatasi kekecewaannya berada di level terendah 13 bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Kamis ini setelah Federal Reserve lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataannya mengenai prospek inflasi dengan memberikan pandangan untuk mendorong bahwa karena hal itu mungkin tidak menaikkan suku bunga lagi pada tahun ini.

Sementara the Fed mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan akan mulai mengurangi kepemilikan obligasi secara besar-besaran  “relatif segera”. Sebuah ungkapan yang banyak orang anggap sebagai pengumuman pada bulan September nanti, bank sentral juga mencatat kelemahan inflasi Amerika lebih eksplisit dari sebelumnya.

Pengakuan inflasi yang lemah dari the Fed, yang sebelumnya menilai kelemahan tersebut sebagai transitory, menambah ekspektasi bahwa rencana Fed menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini mungkin akan tertunda.

“meskipun ekonomi Amerika kuat, inflasi lemah. Pasar ingin melihat lebih banyak tanda inflasi sebelum mereka yakin akan kenaikan suku bunga di masa depan” kata Ayako Sera, ahli strategi pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank.

“saya juga menduga orang ingin memperhitungkan dampak dari kemungkinan pengurangan neracar Fed” tambahnya.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama merosot ke 93,26. Angka ini telah turun lebih dari 10 persen dari level tertinggi 14 tahun di 103,82 pada tanggal 3 Januari lalu.

Level support berikutnya terlihat di 93.019, level terendah Juni 2016, dan 91.919, level terendah 16 bulan disentuh pada bulan Mei 2016. Terobosan ini dapat dilihat sebagai sinyal bearish utama.

Meskipun dolar telah didukung oleh pengetatan kebijakan bertahap The Fed sejak akhir 2015, keuntungan suku bunga yang dirasakannya mengikis karena banyak bank sentral lain mulai melihat kembali stimulus mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi memberi sinyal pada bulan Juni lalu, bahwa mereka dapat mengubah pembelian asetnya, untuk mendorong investor berduyun-duyun ke Euro.

Euro naik setinggi $1,1777, mencapai level tertingginya sejak Januari 2015. Ini bertahan pada level $ 1.1755, naik 0,2 persen dari level terakhir Amerika.

Dolar kanada, yang telah terbantu oleh kenaikan suku bunga of Canada awal bulan ini, mencapai level tertinggi dua tahun di C $1,2415 terhadap dolar Amerika pada hari Rabu kemarin terakhir berada di level C $ 1,2436.

Poundsterling naik di level $ 1,3146 mencapai level tertingginya sejak September. Sementara dolar Australia merebut kembali angka $ 0.80 untuk pertama kalinya sejak 2015 dan terakhir bertahan di $ 0,8054 mengalami kenaikan ke 0,6 persen.

Dolar juga tergelincir 0,2 persen menjadi 110,90 terhadap yen, merayap mendekati 110,625, menyentuh level terendah 5 setengah minggu pada hari Senin.

Meskipun pembuat kebijakan Fed mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan akan dilakukan pada akhir tahun, tingkat suku bunga Fed Funds berada pada harga yang sedikit di bawah 50 persen sebelum pertemuan Fed dilakukan.

Namun beberapa pemain juga mengatakan pasar mungkin telah bereaksi berlebihan terhadap pernyataan Fed terbaru.

“saya pikir Fed hanya memperbaiki pesannya agar sesuai dengan kenyataan, daripada mencoba memberi pesan telegraf  bahwa mereka akan menunda kenaikan suku bunga” kata Kazushige Kaida, kepala valuta asing di State Street Bank Dan Trust’s Tokyo Branch.

Menurut analisa EURUSD telah menembus resistan 1.1715 pada hari Rabu dan saat ini sudah dilevel 1.1745. Secara tren pair EURUSD mentap dalam pergerakan bullish dan masih dapat kembali naik ke area Support dilevel 1.1770.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.

Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura

Phone / WhatsApp : 081383331613

Author : Sandra