Dolar Menguat Akibat Kenaikan Data Tenaga Kerja Amerika

Dollar terdorong melemah karena tagihan kesehatan melonjak

Mata uang Dolar tertahan di awal perdagangan Sesi Asia pada hari ini, Senin 10 Juli 2017, namun di prediksi Dolar akan menguat dan menanjak naik akibat pengaruh dari kenaikan data tenaga kerja Amerika yang diatas perkiraan. Federal Reserve merencanakan akan tetap mempertahankan rencana pengetatannya hingga sisa tahun ini.

Pertumbuhan Lapangan pekerjaan Amerika melonjak lebih tinggi dari yang diperkirakan pada bulan Juni kemarin dan para pengusaha menaikan upah kerja perjam bagi para pekerja. The Fed merencanakan akan menaikan suku bunga yang ketiga pada tahun ini dan mulai mengurangi neraca meskipun kenaikan upah tidak sesuai dengan harapan dan inflasi masih dalam kondisi normal terhadap mata uang yen, dolar menguat 0,1 persen di 113,98 , setelah mencapai level tertinggi di 114,18 saat laporan data tenaga kerja naik tinggi sejak 11 Mei.

Index Dolar, yang mengukur mata uang dolar terhadap mata uang lainnya stabil di level 96,018.

Data kerja yang positif memberikan alasan bahwa The Fed akan memberlakukan atau memulai memangkas neraca keuangannya. Namun Bank of Japan melakukan hak kebalikannya yaitu tidak mengeluarkan kebijakan dan justru akibat melemahkan Yen.

Pada hari jumat minggu lalu, Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan nilai atau tingkat imbva hasil Obligasi pemerintah mendekati target kebijakannya, memulai operasi pasar khusus serta meningkatkan ukuran operasi pembelian Japan Government bonds ( JGB)
Data Posisi terakhir menunjukan bahwa beberapa Investor mengurangi membeli dolar menjelang data laporan pekerjaan , di tengah kekhawatiran bahwa serentetan data yang tidak mendukung akan mendorong The Fed mengubah rencana menaikan suku bungannya para investor pekan ini mengurangi taruhan bersih pada dolar Amerika ke level terendah sejak pertengahan Mei 2016 dalam pekan terakhir pada 4 juli, menurut perhitungan oleh Reuters dan data comodty Futures Trading Commission yang dirilis pada hari jumat kemarin.

Nilai Posisi harga beli dolar turun menjadi $135 juta, dari mata uang ringgit $4,5 milliar seminggu sebelumnya.

Seminggu terakhir menunjukan pertama kalinya sejak pertengahan April 2016 bahwa posisi jangka panjang dolar menjadi di bawah $ 1 miliar.

Imbal hasil Treasury Amerika yang lebih tinggi mendukung dolar. Hasil imbal US $ 10 tahun mencapai 2,389 persen di perdangan Asia , tidak jauh dari penutupan Amerika di 2.393 persen pada hari jumat kemarin, ketika menyentuh level tertinggi lebih dari delapan minggu di level 2,398 persen setelah data laporan pekerjaan.

Mata uang Euro turun tipis 0,1 persen menjadi $ 1,1400 namun menguat terhadap mitra jepang-nya. Euro berada 0,1 persen lebih tinggi pada 129,99 Yen setelah naik ke level 130,129 yen pada hari jumat, tertinggi sejak Febuari 2016.

Menurut analis Java Global Futures, GBPUSD diprediksi akan terkoreksi naik menuju level 1.2910 pada MA 3 dan 5 Daily. Jika tidak dapat menembus level 1.2920 maka GBPUSD diprediksi akan kembali melemah menuju level 1.2850 pada bolinger bawah 5 daily.

Posisi tertinggi Jumat sebelumnya adalah level 1.2973 dan posisi terendah sebelumnya adalah level 1.2865.

Anda ingin belajar forex bersama analis Forex Simpro ?
Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro.
Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp : 081383331613
Author : Indah Sari