Potensi Frexit Pada Euro Pengaruh Dari Pemilu Prancis

Beberapa negara  telah membuat kehebohan dengan keluarnya dari  keanggotaan Uni Eropa seperti Brexit  (Inggris) dan Grexit (Yunani).  Dimana pada saat peristiwa tersebut membawa dampak pergerakan yang cukup besar terhadap market.  Saat ini yang berpotensi terjadi di benua Eropa adalah Frexit (France Exit), dimana hal tersebut dapat menghantui investor di pasar finansial.

Seperti diketahui calon presiden Prancis yaitu Marine Le Pen (Ketua Partai National Front), Emmanuel Macron (Menteri Keuangan petahana Prancis) yang independen dan Francois Fillon di bawah bendera Partai Republik. Sebagai calon presiden yang bersentimen xenofobia, dalam kampanyenya Le Pen menjanjikan keluarnya Prancis dari Uni Eropa. Dalam pidatonya, Len Pen juga berkeras menolak imigrasi dan globalisasi. Beliau juga memiliki ide membuat pasar deja vu  seperti pada pemilu AS lalu yang memenangkan Donald Trumph.

Capres Macron dan Fillon tidak sevokal dengan Le Pen dalam hal Frexit,sehingga Macron sempat sering unggul dalam polling-polling opini karena kebijakannya yang pro Eropa dan pro kesetaraan. Tapi sangat disayangkan dua calon tersebut mengalami masalah, Fillon terjerat masalah dugaan korupsi, dan Macron diterpa isu skandal perkawinan di luar nikah yang mengakibatkan popularitasnya merosot. Kans Fillon pun naik terhadap Macron, walaupun demikian, salah satu antara Macron atau Fillon, akan bertemu dengan Le Pen di putaran final nantinya. Polling opini (setara hasil riset lembaga survey dalam pemilu di Indonesia) kerap mengunggulkan Fillon dan Macron. Persentasenya bahkan mencapai 65% banding 35% antara Macron dan Le Pen di putaran kedua nanti.

Yang perlu diperhatikan saat ini adalah kemungkinan riil kemenangan Le Pen dalam putaran pertama pemilu Prancis. Tapi, para pakar politik seperti yang dikatakan Fiona Cincotta  analis pasar City Index dalam sebuah catatan kepada MarketWatch bahwa putaran kedua nanti akan menjadi tantangan besar bagi Le Pen.

Pemilu Prancis menerapkan sistem dua putaran dimana seorang kandidat capres untuk mengamankan posisi mereka sebagai capres harus memenangkan suara mayoritas di  putaran pertama yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 April nanti. Untuk polling sementara putaran pertama dipimpin oleh Le Pen. Tetapi kandidat yang memenangkan suara mayoritas terbanyak setelah Le Pen apakah itu Fillon atau Macron juga akan maju ke putaran kedua yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2017 nanti.

Sebelum Frexit ini terjadi maka pasar sudah banyak belajar dari preseden sebelumnya, yakni Brexit dan kemenangan Trump yang tak terduga, sehingga para investor lebih memilih memburu aset-aset safe-haven dan sell out Euro saja. Juckes mengatakan “Jika Le Pen tidak memenangi pemilu, kami berharap ada rebound yang sangat signifikan terjadi pada Euro di semester kedua tahun 2017 akibat valuasi dan dominasi aliran masuk modal kembali.” Para investor akan menantikan hasil dari pemilu nanti dan bersiap menantikan pergerakan market sampai Frexit ini terjadi.

Author : Evelyn

Butuh signal untuk trading forex, trading emas, trading oil, trading index hari ini? Analis Forex Simpro akan memberikan signal trading setiap hari langsung ke ponsel Anda.

Hubungi Customer care :
HP/WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976