Cara Mengetahui Investasi Bodong dan Supaya Tidak Terjebak Di dalamnya

Di era sekarang ini banyak sekali investasi yang dicari oleh kalangan tertentu sebagai lapangan pekerjaan maupun pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Namun bagi sebagian orang investasi juga bisa diartikan sebagai cara cepat untuk menjadi kaya, sehingga banyak yang memanfaatkan dengan menawarkan investasi bodong. Tak jarang ada saja yang menjadi korban, karena sifat manusia ada yang rakus dan tidak perhitungan.

Berikut investasi yang perlu diwaspadai jika memiliki ciri-ciri berikut :

1.    Memberikan iming-iming tingkat imbal hasil yang sangat tinggi.
2.    Memberikan jaminan bahwa investasi tidak memiliki risiko investasi.
3.    Memberikan bonus dan cashback yang sangat besar bagi konsumen yang bisa merekrut konsumen baru.
4.  Penyalahgunaan pemanfaatan testimoni dari para pemuka masyarakat/agama atau pejabat publik untuk memberi efek penguatan dan kepercayaan.
5.   Menjanjikan kemudahan untuk menarik kembali aset yang diinvestasikan dan jaminan keamanan aset yang diinvestasikan.
6.    Memberikan jaminan pembelian kembali tanpa pengurangan nilai.

Berikut dua skema yang biasa digunakan dan dapat dikategorikan investasi bodong, yaitu :

  1. Skema Piramida (Pyramid Scheme)
    Skema ponzi atau yang lazim dikenal sebagai investasi berbentuk “money game” adalah tergolong yang paling banyak digunakan dalam modus penipuan investasi bodong. Diciptakan oleh seorang lelaki asal negara Italia yaitu  Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi yang lebih dikenal dengan sebutan nama Charles Ponzi setelah ia pindah ke negara Amerika Serikat.
    Pada tahun 1920, Ponzi menjanjikan keuntungan sebesar 50% dalam jangka waktu 45 hari dan 100% untuk 90 hari sejak investor menyetor uangnya. Ponzi membayar keuntungan yang dijanjikan dengan menggunakan dana investor yang setor belakangan. Namun skema ini akhirnya akan runtuh karena uang yang terkumpul tidak diputar ke bisnis atau usaha untuk mendapatkan keuntungan. Pada saat investor baru semakin sedikit yang masuk, maka keuntungan yang dijanjikan untuk investor pun tidak bisa diberikan. Saat kondisi seperti ini biasanya pengelola investasi dengan skema Ponzi akan melarikan diri dengan membawa uang para investor.
  2. Skema Piramida (Pyramid Scheme)
    Pada  skema Piramida ini investor lama yang bergerak mencari investor baru. Ketika investor lama berhasil menarik investor baru maka dia akan mendapat seperti komisi yang sebenarnya diambil dari dana investor baru. Semakin banyak investor eksisting melakukan perekrutan, semakin besar komisi yang dia peroleh dan semakin tinggi pula posisinya (seperti piramida).

Di zaman modern seperti sekarang ini, sudah banyak penipuan dengan kedua skema ini, tetapi kedoknya bisa bermacam-macam. Beberapa hal ini yang harus  diwaspadai ketika mendapat tawaran investasi apapun.
1. Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan besar
2. Harus mengutamakan keamanan dalam berinvestasi
3. Melakukan manejemen resiko yang akan didapatkan
4. Mencari tahu track record perusahaan yang akan diikuti

Dengan mengetahui ciri-ciri investasi bodong maka anda dapat mencegah supaya tidak menjadi salah satu korban. Milikilah pengetahuan yang benar tentang investasi dan dapatkan investasi yang benar jika anda sedang mencari investasi.

Semoga Sukses!

Author : Evelyn / Pin BB D50D4649

Butuh signal untuk trading forextrading emas, trading oil, trading index hari ini? Analis Forex Simpro akan memberikan signal trading setiap hari langsung ke ponsel Anda.

Hubungi Customer care :
HP/WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976