ITALEAVE

Setelah melewati Brexit dan Pemilihan Presiden AS, kini pasar akan kembali disibukan dengan adanya agenda politik di Eropa. Pada tanggal 4 Desember 2016 masyarakat Italia akan memberikan suara dalam referendum mengenai apakah akan merombak konstitusi nasional mereka.

“Referendum Italia adalah peristiwa politik besar berikutnya sebelum pergantian tahun. Kekhawatiran tentang sistem perbankan Italia ini telah memuncak menjelang referendum 4 Desember untuk reformasi konstitusi, yang bisa menggeser pemerintahan Perdana Menteri Matteo Renzi.

Italia adalah negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Uni Eropa setelah Jerman dan Perancis. Hal ini membuat ancaman Italeave lebih signifikan bagi Euro ketimbang Brexit.

Apa itu Italeave dan Latar Belakangnya

Italian Exit (Italian Leave/ Italeave) adalah sebuah istilah keluarnya Italia dari keanggotaan uni Eropa atau Eropa bersatu. Ini baru sebatas wacana atau sebuah slogan yang sedang dibicarakan belakangan ini.

Yang melatar belakangi Italian Exit atau Italeave yaitu setelah adanya referendum Brexit pada bulan Juni lalu. Dampak dari Brexit telah diprediksikan akan dapat memicu negara-negara lain untuk ikut menggelar referendum serupa akibat meluasnya ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan UE.

Sentimen anti UE ini makin menguat lagi setelah kemenangan Donald Trump pada pemilihan Presiden AS yang dianggap ultra nasionalis dan pro-proteksionisme. Benih-benih Italeave sendiri sudah lama bersemi di Italia, tepatnya sejak partai Five Star Movement (M5S) dirintis tahun 2009. Partai ini merupakan partai kedua terbesar di Italia setelah partai Demokratik yang dipimpin oleh Perdana Menteri saat ini, Matteo Renzi.

Dampak Pada Pergerakan EURUSD

Pergerakan Euro sudah mengalami babak belur memasuki bulan November ini bahkan saat ini sudah menyentuh level terendah 10 bulan terhadap dollar AS. Ada dua faktor pemicu pelemahan euro antara lain:
1. Penguatan dollar AS sejak kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS yang memicu kenaikan yield obligasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
2. Kecemasan terhadap referendum Italia 4 Desember yang menjadi sentimen negatif untuk euro.

Maria Paola Toschi, Global Market Strategist di JPMorgan Asset Management, mengatakan pada CNBC pekan lalu bahwa referendum Italia pada bulan Desember mendatang bisa menciptakan volatilitas di pasar menjelang akhir tahun. Sementara Ana Thaker, ekonom dari Phillip Capital UK, menyatakan event referendum Italia takkan se-signifikan Pilpres AS, tetapi tak boleh diremehkan karena bisa sama signifikannya dengan Brexit.

EURUSD terancam dapat tembus dibawah level 1.0500 jika hasil referendum dimenangkan oleh pendukung Italeave.

Anda ingin belajar forex trading bersama analis Forex Simpro? Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro. Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp :
0813.8333.1613