Teknik Trading Forex Sederhana Menggunakan Moving Average

Apa itu Indikator Moving Average?
Moving Average atau MA adalah jenis indikator teknikal yang digunakan untuk menampilkan nilai rata-rata harga forex selama periode waktu tertentu.

Moving average (MA) dikenal sebagai indikator trend (Trend Indicator).
Moving average dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut.

Jika harga bergerak uptrend Maka Kurva MA akan bergerak keatas, dan sebaliknya pada saat pergerakan harga downtrend, kurva MA akan bergerak kearah bawah.

Walaupun indikator ini lagging atau lebih lambat dari pergerakan harga tetapi dianggap cukup ideal untuk mengidentifikasi kondisi trend yang sedang terjadi guna memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya.

Tipe Moving Average utama yang sering digunakan trader forex dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Simple Moving Average (SMA)
SMA dihitung dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi.

2. Weighted Moving Average (WMA)
WMA dihitung dengan cara yang sama seperti SMA, namun menggunakan harga yang garis linearnya di perberat untuk memastikan bahwa harga terbaru memiliki dampak yang lebih besar dari rata-rata.

Ini berarti bahwa harga tertua yang dimasukkan dalam perhitungan menerima tambahan 1, nilai tertua berikutnya menerima tambahan 2, dan nilai tertua berikutnya menerima tambahan 3, begitu seterusnya sampai ke tingkat yang paling terakhir.

3. Exponential Moving Average (EMA)
EMA mirip dengan SMA, bedanya SMA menghilangkan nilai harga lama karena sudah ada harga baru, sedangkan EMA menghitung rata-rata semua rentang Harga, dimulai pada titik yang Anda tentukan.

Bagaiaman Trading Dengan Menggunakan MA ?
Strategi Crossing MA atau perpotongan antara 2 MA atau lebih dapat memberikan sinyal masuk untuk membuka posisi beli atau jual.

Contoh :
Menggunakan Moving Average periode 4 exponential dan periode 20 exponential.
Kita kombinasikan penggunaannya dengan MACD 12,26,9 yang umum dipakai.

Sebelumnya, mari Kita analisa grafik EURUSD 1 H berikut ini:

Gunakan Garis MA 4
Contoh menggunakan pair EURUSD.
Langkah awal gunakan garis MA 4 untuk melihat arah Trend pergerakan perdagangan EURUSD, untuk melihat trendnya maka bisa dibuka pada periode time frame H1, atau yang lebih besar

Gunakan Garis MA 20
Setelah memasang garis MA 4 maka gunakan juga garis MA 20, untuk melihat signal-signal kapan untuk bisa lakukan entry beli ataupun jual, jika MA 20 kuat menembus kebawah dan berlanjut maka bisa BUY begitu juga sebaliknya jika MA 20 kuat menembus MA 4 ke atas maka bisa ambil posi SELL.

Gunakan Garis MACD 12,26,9
Untuk mengetahui signal momentum apakah terkonfirmasi maka bisa gunakan bantuan indikator MACD 12,26,9. Jika Histogram MACD 12,26,9 dari bawah lalu melewati Zero Line dan bergerak keatas maka bisa BUY, sebaliknya SELL jika Histogram dari atas melwati Zero Line lalu kebawah .

Aturan dari sistem ini adalah sinyal beli terjadi jika MA 4 baru memotong ke atas MA 20 dan histogram MACD berada di atas garis 0 dan garis signal. Sementara sinyal jual terjadi jika MA 4 baru memotong ke bawah MA 20 dan histogram MACD berada di bawah garis 0 dan garis signal.

Meski sistem ini cukup sederhana untuk dijalankan, tetapi cukup berpotensi menghasilkan peluang profit dalam trading. Dan jangna lupa terus lakukan latihan serta pengamatan yang kontinyu dan konsisten, sampai kita terbiasa menggunakan sistem ini dengan target profit dan stop loss yang diharapkan.

Anda ingin belajar forex trading bersama analis Forex Simpro? Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro. Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp :
0813.8333.1613