Belajar Trading Forex : Apa Itu CPI ?

Apakah itu CPI ?

Dalam perekonomian CPI (Consumer Price Index) biasa di istilahkan sebagai index biaya hidup karena pengukurannya yang menyentuh tingkat konsumen (berbeda dengan Producers Price Index yang hanya mengukur di tingkat produsen).

CPI adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil (biasa disebut CPI excl food and energy). Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.

CPI dibagi atas 2 jenis, CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori barang makanan dan minuman, bahan bakar yang fluktuasi-nya cukup besar. Rilis data CPI dinyatakan dalam persentasi perubahan dari data sebelumnya per bulan, dan total persentasi dalam setahun (12 bulan) dibandingkan dengan data tahun lalu atau year over year.

Pihak yang mengumumkan CPI adalah Bureau of Labor statistics, U.S. Department of Labor. Berita diturunkan setiap bulan pada tanggal 13 pada pukul 20.00 WIB.

Bagaimana Cara Menghitung CPI ?
Komponen apakah yang dapat digunakan untuk membuat laporan CPI  ?
Semua kategori mengenai :

  1. Makanan dan minuman
  2. Rumah
  3. Pakaian
  4. Transportasi
  5. Sarana Kesehatan
  6. Rekreasi
  7. Pendidikan dan komunikasi
  8. Barang dan jasa lain

dan termasuk Spesial Index :

  1. Energi
  2. Makanan

Dampak CPI terhadap Perekonomian adalah :
Karena CPI mengukur tingkat kenaikan barang dan jasa yang dialami oleh konsumen. Maka Kenaikan harga barang dan jasa pada akhirnya akan meningkatkan inflasi yang pada akhirnya biasanya harus diimbangi dengan menaikkan suku bunga. Dan dengan adanya Kenaikan suku bunga maka dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan.

Secara sederhana, jika CPI naik maka nilai mata uang yang bersangkutan akan naik. Hal ini disebabkan karena CPI sangat erat kaitannya dengan Inflasi. Inflasi juga berkaitan dengan akan naiknya tingkat suku bunga. Hal ini sangat berkaitan dengan naiknya nilai mata uang negara tersebut.

Perhatikan bahwa CPI excluded food and energy lebih berpengaruh dikarenakan pasar menganggap berita tersebut lebih mencerminkan tingkat inflasi dibandingkan dengan CPI konvensional lainnya.

Anda ingin belajar forex trading bersama analis Forex Simpro? Hubungi kami untuk mendapatkan informasi training forex, training forex online (webinar), layanan autochartist, strategi trading forex untuk mulai trading hari ini !

Dapatkan free signal trading forex, trading gold, trading index dan trading oil dari Forex Simpro. Buka akun forex sekarang dan coba signal forex kami gratis selama 7 hari.

Informasi : Laura
Phone / WhatsApp :
0813.8333.1613