Tipe – Tipe Indikator Dalam Trading

Kebanyakan para trader memiliki obsesi mencari hal-hal yang baru untuk mencari strategi trading yang tepat yang sesuai dengan karakter trader. Namun bagi seorang pemula dalam Trading, maka kenalilah cara trading melalui indikator, agar anda memahami dengan benar apa itu indikator, dan mengetahui  cara menggunakan indicator dan bagaimana mengaplikasikannya dalam trading anda, sehingga kedepannya anda tidak mengalami kendala atau kesulitan dalam trading.

Dengan memahami fungsi – fungsi dasar dari indikator, akan membantu anda untuk dapat lebih selektif dalam memilih macam-macam indikator dalam trading forex.

Berikut tipe-tipe dari beberapa indikator  :

Indikator Pembaca Arah Trend
Memang tidak mustahil untuk trader dapat menghasilkan profit dengan melawan arah  trend  pasar, namun kebanyakan trader forex memilih mengikuti trend untuk meraih profit. Pada saat inilah indikator penunjuk arah trend bekerja. Fungsi terpenting dari indikator ini adalah untuk memberi saran  ketika kita akan mengambil Open  Posisi BUY/SELL. Salah satu indikator penunjuk arah trend yang paling simpel,dan banyak digunakan adalah  Moving Average (MA).

Indikator Konfirmasi Trend
Jika sebuah market dalam  jangka pendek memiliki tingkat fluktuasi harga naik turun secara cepat, maka akan lebih baik jika menggunakan indikator untuk mengukur kepastian arah trend yang terjadi. Salah satu indikator yang paling popular yang rata – rata dipakai trader untuk meng konfirmasi trend adalah MACD (Moving Average Convergence Divergence). Indikator ini menggunakan 2 buah moving average exponential dan menunjukkannya melalui bentuk batang histogram yang positif atau  negatif. Ketika batang histogram  menunjukkan daerah positif (mengarah keatas), maka trend dikonfirmasikan keatas (bullish), demikian juga sebaliknya (bearish).

Namun perlu diketahui bahwa indicator penunjuk arah trend atau konfirmasi trend tidak selalu memberikan suatu signal yang memberikan penenutuan sebuah posisi buy atau sell.  Kedua indicator ini hanya menjadi acuan dan memberikan keyakinan para trader dalam mengambil sebuah keputusan open posisi.

Indikator Pembalikan Arah Trend
Seorang trader biasanya disarankan untuk memulai trading sesuai arah major trend. Namun ada saatnya seorang trader  tidak yakin apakah langsung mengambil keputusan untuk melakukan  open posisi secepatnya atau menunggu terjadinya koreksi ketika major trend telah terkonfirmasi.

Contohnya, ketika kita telah menganalisa major trend adalah bearish/bullish, maka kita dapat melakukan start open posisi saat itu juga, atau menunggu hingga harga berbalik sedikit sebelum melakukan open posisi. Apabila kita memilih untuk menunggu terjadinya pullback, maka resiko yang ditanggung menjadi lebih kecil. Untuk itu, setiap trader bisa memilih untuk menggunakan jenis indicator overbought/oversold. Salah satu indikator yang paling cocok untuk ini adalah Comodity Channel Index (CCI).

Indikator Profit Taking
Pada tipe indicator yang satu  ini adalah  indikator yang mampu membantu trader untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan close posisi ketika berada pada kondisi profit.

Ada beberapa indikator yang tersedia, bahkan 3-day RSI juga dapat digunakan untuk ini. Salah satu Indikator yang paling popular untuk taking profit adalah Bollinger Bands. Dimana indikator tipe seperti ini dapat mengumpulkan data secar historis mengenai harga sehingga bentuknya menjadi suatu garis channel.

Anda  yang sedang melakukan open  posisi buy dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling atas, dan bagi trader yang melakukan open posisi sell dapat melakukan profit taking ketika harga menyentuh garis channel paling bawah.

Author : Della / 2BDCDD95
HP / WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976

Follow Us On Twitter : Belajar Forex : @Forex_Belajar