Klasifikasi Minyak Mentah Berdasarkan Kepadatan, Sulfur dan Hidrokarbon

American Petroleum Institute (API)
American Petroleum Institute (API)

Tahukah Anda bahwa minyak mentah atau yang kita kenal dengan Oil mempunyai karakteristik dan kekentalan yang berbeda misalnya dari segi warna, sifat, struktur molekul serta kualitas dari minyak tersebut. Perbedaan ini terjadi dikarenakan lokasi atau geografis dari ladang minyak yang berbeda di seluruh dunia. Dengan kualitas yang berbeda ini, maka minyak mentah yang dihasilkan pun hanya dapat menghasilkan produk tertentu seperti bensin, solar dan produk lainnya.

Salah satu klasifikasi minyak mentah adalah berdasarkan kandungan sulfur dan kepadatan pada minyak mentah tersebut. Standarisasi yang mengeluarkan kualitas kandungan sulfur dan kepadatan minyak adalah American Petroleum Institute (API), satuan yang digunakan untuk mengukur tingkat kepadatan minyak itu sendiri adalah gravity.

Adapun ukuran tingkat kepadatan minyak yang dikeluarkan oleh API, diantaranya adalah :

  1. Minyak dengan gravity lebih dari 40 derajat dikategorikan sebagai minyak ringan (Light gravity)
  2. Minyak dengan gravity kurang dari 20 derajat dianggap sebagai minyak berat (Heavy Gravity)
  3. Minyak dengan gravity antara 20 sampai 40 derajat disebut sebagai minyak sedang atau disebut moderat (Intermediate Gravity)

Selain diukur dalam kepadatan, minyak juga diukur pada kandungan sulfur yang menentukan kemurnian minyak mentah itu sendiri. Sulfur sendiri bersifat asam sehingga jika kandungan minyak mentah mengandung sulfur yang tinggi maka dianggap sebagai asam (sour) dan sebaliknya apabila kandungan sulfur sedikit maka dikategorikan sebagai klasifikasi manis (sweet). Maka jika di klasifikasikan, maka berdasarkan sulfur dapat dibagi menjadi :

  1. Non Sulfuris : 0,001 – 0,3%
  2. Sulfur rendah : 0,1 – 1%
  3. Sulfuris : 2 – 3%
  4. Sulfur tinggi : lebih dari 3%

Minyak bumi juga bisa diukur berdasarkan komposisi Hidrokarbon, pada komposisi ini diukur berdasarkan besar harga spesifik gravity yakni SG 60º F / 60º F, hal ini dihitung berdasarkan dari jenis fraksi minyak mentah yakni sekitar 250 – 275º C pada tekanan 1 atm dan pada fraksi 275 – 300º C pada tekanan 400 mm Hg. Adapun klasifikasi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian kembali diantaranya adalah :

  1. Paraffin-paraffin
  2. Paraffin Intermediate
  3. Intermediate Paraffin
  4. Intermediate
  5. Intermediate Naftenic
  6. Naftenic Intermediate
  7. Napthenic-napthenic
  8. Paraffin-napthenic
  9. Napthenic paraffinic
American Petroleum Institute (API)
American Petroleum Institute (API)

Hidrokarbon ini dapat dipisahkan kembali dengan tehnik distilasi dan proses kimia lainnya untuk menjadikan minyak bumi sebagai bahan yang dapat digunakan oleh manusia untuk berbagai macam kebutuhan.

Penyulingan minyak mentah paling umum dihasilkan adalah sebagai bahan bakar. Namun bahan bakar pun dibagi kembali menjadi beberapa jenis dilihat dari titip didih penyulingan minyak mentah tersebut. Diantaranya adalah dihitungan dalam 0 Celcius :

  1. Elpiji (LPG) : -40
  2. Butana : -12 sampai -1
  3. Bensin : -1 sampai dengan 180
  4. Bahan bakar jet : 150 sampai dengan 205
  5. Minyak tanah : 205 sampai dengan 260
  6. Minyak bakar : 205 sampai dengan 290
  7. Diesel : 260 sampai dengan 315

Dan jika kita bahas turunannya maka, Anda akan mendapatkan banyak lagi hasil olahan dari hidrokarbon ini. Klasifikasi minyak mentah diatas semoga dapat membantu Anda untuk mendapatkan informasi penting yang Anda butuhkan saat ini.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi Anda.

Happy trading !!!

Author : Sandra

Butuh signal untuk trading forex, trading emas, trading oil, trading index hari ini? Analis Forex Simpro akan memberikan signal trading setiap hari langsung ke ponsel Anda.

HP / WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976
Pin BB : 2BDCDD95