Belajar Indikator Relative Strength Index

RSI merupakan salah satu indikator oscillator yang membandingkan harga antara nilai saat ini dengan daya tarik losses yang terjadi. Atau bisa dikatakan bahwa RSI digunakan untuk mengukur tingkat kejenuhan harga.

RSI bisa digunakan untuk memperlengkapi atau memberikan keakuratan analisa anda dalam bertransaksi di pasar financial.

Untuk menggunakan RSI anda tinggal mengambilnya dari menu indiaktor pada tool bar di Meta trader anda.

RSI atau relative Strengh Index bisa saya artikan sebagai indeks kekuatan yang relative artinya untuk menentukan kekuatan mana yang lebih dominan apakah naik / turun atau sideways.

Penggunaan RSI tidak bisa berdiri sendiri, tapi menggunakan alat lain yang bisa befungsi sebagai pemberi signal, misalnya candle stick atau moving average.

Overbought / Oversold menurut RSI

Cara pengidentifikasian kondisi overbought / oversold dengan RSI sangatlah sederhana. Sederhana namun belum tentu mudah. Aturan umum yang berlaku adalah kondisi overbought diperoleh bila RSI memotong garis 70 dan oversold bila RSI memotong garis 30. Lalu apakah selalu 30-70 ? Tidak.

Ada analisa yang menggunakan ukuran 40-60 atau 20-80, semua tergantung bagaimana kita menggunakannya saja. Yang jelas level 20-40 adalah kondisi oversold dan diatas level 60-80 adalah kondisi overbought.

Namun untuk ukuran yang paling banyak digunakan saat ini adalah 30-70. Sampai saat ini, pasar forex merupakan pasar yang paling stabil dan efisien dalam pergerakannya (harga lebih ditentukan oleh market dan sangat likuid).

Jadi, sedikit banyak batasan 30-70 masih berlaku disini walaupun tidak mutlak.

Author : Swendy Simanjuntak / Ed/  Pin BB 2BDCDD95

Butuh signal untuk trading forex, trading emas, trading oil, trading index hari ini? Analis Forex Simpro akan memberikan signal trading setiap hari langsung ke ponsel Anda.

Hubungi Team Forex Simpro :
HP/WA : 081380725502 / 087777567044 / 08561220976